Kura-Kura Beach Itu…..

Heran juga dengan hubby yang bisa bertahan dengan cuaca panas diatas 30-an degrees , sementara diriku yang brojol dan besar di negeri tropis merasa seperti disayat2 oleh teriknya sinar matahari di Kalimantan. Hal ini yang membuat aku sepanjang perjalanan ke Singkawang mengeluh kepanasaan meskipun mobil yang dilengkapi dengan ac itu sudah di set maximum.

Perjalanan ke Singkawang memakan waktu kurang lebih dari 3 jam. Perjalanan yang cukup menyiksa karena panas yang membuatku seperti dalam oven 250 degrees. Ditambah sang supir yang muda belia, profesional tapi kurang ‘penataran’ itu menyupir layaknya membawa kambing bukan manusia (bahkan supir yang membawa kambingpun lebih hati2 daripada supir ini!).

Aku sempat mencoba untuk mengambil beberapa photo ketika kami melewati museum khatulistiwa, tapi nyatanya perutku yang sudah super mual gak bisa lagi di ajak kompromi untuk hanya sekedar mengambil satu photo dalam perjalanan ke Singkawang, tepatnya ke Kura-Kura beach.

Kura-Kura Beach

Untuk menuju tempat ini agak susah-susah gampang. Kembali ngomongin masalah supir, walaupun si supir begajul, tapi sang supir berbaik hati mau mencari Kura-Kura cottage yang memang lokasinya sangat terisolasi dari masyarakat. Paling gak sikap baik si supir membuat temperku agak terobati — soale sempet mau nyemprot si supir :).

Pantai di depan Kura2 Cottage menjelang sore.

Ketika si supir bertanya pada seorang gadis belia lokal, si gadis menunjuk kearah perbukitan (yang nampak di mataku dan hubby tidak ada tanda2 kehidupan manusia bahkan semut). Segeralah mobil di laju kearah perbukitan, namun nampaknya si supir gak mampu lagi melanjutkan perjalanan dikarenakan jalan setapak keatas yang keliatannya memang sulit untuk dilalui. Mau gak mau, aku dan hubby harus turun dari mobil.

Menuju jalan setapak keperbukitan yang keliatan sepi nyenyet membuat aku sedikit khawatir. Namun setelah berjalan hampir 15 menit, tepat di tengah2 perbukitan, kami disuguhi pemandangan super spektakuler: lautan dan pulau, dengan pantai beningnya terhampar luas di depan kami!!

Ini dia cottage spektakuler di Kura2 Beach!

Aku dan Charly (pemilik cottage), dan Widya. Gelap2an tanpa lampu 😉

Perjalanan di lanjutkan sampai ku liat seorang wanita muda dengan seorang bule sudah cukup umur didepan sebuah rumah kayu. Aku dan hubby sempet beragumentasi bahwa rumah itu kemungkinan cottage kura2 beach, namun hubby berisi keras tidak. Hingga akhirnya kami temukan jawabannya.

Aku: “Permisi mbak, dimana ya Kura2 cottage?”

Wanita muda (yang kuketahui bernama widia), sambil tersenyum marah dan manis, dia membalas: “Ini kura2 cottage mbak”.

Akupun menoleh ke hubby dengan senyum kemenangan :).

Kura2 beach. Pantai ini kurang bening karna ngambil photonya menjelang jam 7 dimana air pasang dan angin bertambah kuat pada malam hari

Untuk cottage yang gak kliatan mewah ini ternyat biayanya cukup mahal, yaitu Rp 250 ribu/person, sudah termasuk breakfast dan dinner. Jadi total berdua Rp 500 ribu. Si empu cottage berpendapat bahwa harga itu sebenarnya bukanlah untuk menyewa cottagenya, tapi untuk pemandangan dan pantainya yang spektakuler. Bener juga sih, untuk surga yang terisolasi dan hanya satu2nya tempat penginapan di daerah itu, kami gak bisa lagi bernegosiasi apalagi menolaknya!

Lampu listrik yang memakai diesel ini tidak dinyalakan sampai pukul kira2 8 malam. Kasian juga ngeliat Widya memotong kentang dan masak untuk dinner kami hanya dengan senter, tapi hal ini dilakukan tentunya untuk menghemat diesel. Nginep di Kura2 cottage ini mengingatkanku masa2 camping waktu sma — akupun sedikit menikmati kegelapan yang hanya dengan diterangi rembulan pantai bersama hubby :).

Malamnya hubby sibuk pasang kelambu dikamar (hasilnya lucu, maklumlah hubby gak biasa pasang kelambu.lol) — sempet mau ambil photo tapi takut hubby sewot :)).

7 jam malam di Kura2 cottage seperti 24 jam, pasalnya aku gak bisa tidur karena memikirkan ada binatang buas, plus memikirkan kalau ada tsunami, hiiiiiii. Jadi deh pagi harinya aku lusuh luyuh gak ada tenaga :(.

DBLN, 23.39-17061

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s