Pontianak, Kalimantan — I’m Coming!

Perjalanan ke Pontianak ini sebenarnya dilakukan Agustus tahun 2010, tapi aku baru sempat memposting perjalanan ‘panas’ ini sekarang. Sudah ada sih beberapa catatan selama di Kalimantan, seperti perjalanan selama Tanjung Puting. Tapi sayangngnya catatan2 ini terhapus tidak sengaja waktu aku lagi bersih2 files di notebook :(.

Liburan ke Kalimantan ini berawal dari ide si darling (my hubby), beliau sangat menyukai travelling, khususnya tempat2 yang direkomendasikan oleh Lonely Planet. Beberapa buku travel dari Lonely Planet untuk berbagai negara seperti Indonesia dan Cubapun ikut nangkring di rak buku ruang tamu kami (well, so pasti yang beli bukan aku, hehe).

Hubby menyusul ke Indonesia setelah bulan kedua liburanku di Indonesia (enak ya punya hubby yang baik hati 🙂 ). Awalnya kami hanya menginap di Hotel Menteng selama dua malam, lalu booking tiket untuk ke Pontianak.

Pembelian tiket pesawat di pesan melalui online, tetapi tetep aja kami harus mengambil ke kantor pusat yang berlokasi di KH Ashari Jakarta Pusat, yang hanya memakan waktu sekita 30 menit dari Hotel Menteng ke kantor Batavia airlines (sudah termasuk macet).

Harga tiket bervariatif, Jakarta-Pontinak pp  saat itu (Agustus 2010) sekitar Rp 2,8 juta untuk dua orang.

Keberangkatan dari Jakarta Soekarno Hatta airport, dan kami berangkat lumayan pagi. Penerbangan Jakarta-Pontianak memakan waktu kurang lebih 1 jam lebih (gak ingat berapa lama di pesawat soalnya tidur, hehe).

Setibanya di bandara Pontianak, aku (yang asli tulen Indonesia) sempet shock dengan cuaca pontianak yang panasnya menurutku melebihi Jakarta, tapi ternyata hubbyku anteng-anteng aja serasa sudah biasa dengan cuaca tropis.

Bandara Pontinak yang kecil memudahkan kami untuk mengambil bagasi. Setelah mengklaim bagasi aku dan hubby langsung menuju loket tiket untuk taxi. Taxi yang seharga Rp 70 ribu ini menghantar penumpangya sampai ke kota Pontianak.

Supir taxi yang membawa kami ke motel sangat ramah dan humoris, sang supir yang mengaku berasal dari Sumba dan sudah 20 tahun tinggal di Pontianak ini membuat kami tertawa terpingkal-pingkal karena leluconnya. Hingga tak terasa kami tiba di tempat tujuan…

Hmmm, tempat ini mengingatkan aku pada tempat di mana aku dilahirkan yaitu Tanjung Priok, sangat panas dan seperti pelabuhan. Motelnyapun nampak seperti penyewaan motor daripada sebuah motel.

Akupun menengok ke hubby dengan pandangan tak yakin: “Are you sure we’re going to stay here?”

Hubbypun dengan tak menolehku menjawab: “Well, we’ll see”.

DBLN, 22.01-140511

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s