Catatan di Sabtu Sore

Weekend ini hubby pergi ke Cork untuk stag party (party khusus seorang pria yang ingin melepas masa bujangnya atau menuju ke jenjang pernikahan). Berhubung ini adalah Irish tradisi, dan disamping itu beliau adalah sahabat kentalnya hubby, mau gak mau akupun harus deal dengan keadaan untuk ditinggal hubby, hikz.

Juma’at pagi dengan gak biasanya hubby sudah bangun (hubby punya kebiasaan bangun jam 11 siang kalau weekend ;)), dengan terpaksa akupun ikut bangun juga (walaupun saat itu aku aslinya lagi super males bangun dikarenakan penyakit bulanan yang mempengaruhi keadaan psikologiku — dan ini mutlak bukan alasan lho), tapi beginilah kalau seorang istri yang baik harus rela mengenyampingkan keadaan yang terburuk sekalipun demi hubby tercintanya ;).

Setelah packing hubby hanya sempat menyeruput secangkir kopi bali bercampur susu itu (aku heran, kenapa sih banyak orang yang suka minum kopi dipagi hari?), dan tepat jam 10 pagi hubby meninggalkan rumah dan tentunya tak lupa cipika cipiki sebelumnya dengan istri tercinta :).

Jum’at itu ku habiskan waktu sendirian dirumah dengan menonton tv dan ber-internet ria. Sementara adik iparku yang baru datang dari Australia itu menghabiskan waktunya bersama konco2 irishnya — menjelang dini hari barulah dia pulang (maklumlah anak mude ^_^).

Sabtunya kuputuskan untuk menginap dirumah sobat kentalku Jeng Tari. karena adik iparku yang super gaul itu akan menghabiskan malming-nya bersama konco2 gilanya. Dan alhamdulilah, seperti biasa Jeng Tari gak pernah merasa keberatan akan kedatanganku yang selalu buat acara super mendadak, hehe (thank you sista!).

Berkeliling menghabiskan waktu dengan window shopping adalah pekerjaan yang menyenangkan apalagi dengan cuaca yang cukup cerah. Setelah berkeliling shopping centre, kaki kami akhirnya melangkah memasuki Brown Thomas, sebuah shopping centre yang terkenal dengan barang2 exlusive dan muahalnya.

Biasanya jarang sekali kalau aku jalan sama Jeng Tari naik kelantai duanya Brown Thomas, paling banter cukup dilantai 1 (maklumlah harga barang gak karuan mahalnya, bikin stress kalau suka barangnya tapi gak punya duit :)). Tapi hari ini lantai dua sampai ujung habis kami intai.

Ada beberapa  dress dari brand fashion yang kukagumi (hanya mengagumi lho. lol), beberapa dress seperti dari D&G yang berharga Rp 13 juta sangat mempesonaku, selebihnya kami hanya melewatinya saja :).

Oh ya aku sempat mencoba juga jepitan rambut berbentuk mawar di Brown Thomas. Kebetulan bulan Mei ini aku dan hubby berencana ke Italy untuk menghandiri sebuah pernikahan sobat kentalnya hubby, dress yang mau kupakai pada acara di party nanti berwarna merah, dan berpikir mungkin akan kelihatan elegan jika rambutku di sanggul dengan menggunakan sebuah jepitan 😉 (yah namanya juga wanita tulen, acaranya masih beberapa bulan tapi sudah direncanakan setahun sebelumnya. lol)

Namun sayang harganya lumayan menyakitkan yaitu seharga Rp 750 ribu. terpaksa aku harus pikir2 dulu untuk membeli sebuah jepit rambut dengan harga semahal itu.

Rencananya besok aku akan mencari toko jempitan rambut dengan harapan siapa tahu dapat jepitan rambut yang sama bagusnya seperti yang di brown thomas itu. Tapi kalau memang aku gak dapat juga, terpaksa aku harus membeli jepitan mawar yang harganya selangit itu — karna aku sukaaaaaaa bangeeettttttt! :(.

Habis dari pada jadi mimpi siang malem kan lebih baik dibeli, iya kan? (salah satu karakter dari defence mechanism of human beings, hehe).

Malam ini Jeng tari akan membuat sup ikan lezat resep dari kintamani. Aih, jadi gak sabar nih nunggu beliau pulang  ;).

DBLN, 21.00-020411

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s