Weekend Bareng Konco Di Waterford ^__^ (2)

Penyakit period wanita sangat mengganggu mental dan aktifitas, daripada bete gak karuan, aku mencoba utak-atik theme blognya I’m Coming Dear, sudah lama gak di ganti, blog ini serasa seperti 40 year old virgin :). Warna coco alias cokelat adalah warna favoritku, serasa fresh kembali otak-ku setelah melihat warna rumah baru di blog I’m Coming Dear — menambah semangat untuk melanjutkan story tentang holidayku di Waterford.

Waterford itu sama indahnya dengan daerah-daerah lain di Ireland (orang Indonesia menyebutnya Irlandia!), tidak heran para penulis ternama seperti George Bernard Shaw (salah satu tokoh idamanku!) and William Congreve, dan masih banyak penulis irish lainnya lahir dari negeri shamrock ini. Keindahan dan kesunyian yang mengundang inspirasi kedalam sel-sel otak manusia layaknya memang diciptakan untuk para penulis handal seperti G.B Shaw dan W. Congreve. Bahkan kisah drakula pertama kali ditulis oleh Irish writer! Wow! Ireland memang negara yang penuh inspirasi!

Sayang keindahan Waterford ini tidak memberiku waktu untuk menulis sesuatu meskipun banyak ide yang bertengger dikepalaku; kesibukan makan diparty membuatku tak sempat untuk sekedar membuat note tentang keindahan Waterford.

Jumlah anak-anak diparty lumayan banyak, rumahpun nampak seperti play group dan yang menjadi gurunya adalah Jeng Wini. Jeng Wini yang memiliki perawakan kecil dan paras imut-imut ini adalah seorang wanita yang sangat kreatif. Kekreatifan sang empunya rumah menambah pesta semakin ramai dan meriah.

Jumlah orang tua yang datang ke party hampir sama dengan jumlah anak yang datang, alhasil, inipun menjadi pesta anak dan ibu. Mayoritas tamu yang datang berasal dari jauh, seperti aku dan dua temanku yang lainnya, beberapa tetangga Jeng Winipun ada yang datang, tapi lebih banyak tamu Indonesianya ketimbang tamu Indonesia.

Uniknya disini kalau ada sebuah acara, kebanyakan yang datang membawa makanan handalan buatan mereka sendiri. Seperti Jeng Yuli dari Cork membawa kue pastel yang super lezat; Jeng Yanti membawa sambel terasi satu mangkok besar yang ternyata habis di colek-colek dengan pastelnya Jeng Yuli :). Pahlovinya Jeng Ade menambah sempurnanya party untuk dessert, sampe Jeng Wini harus menyembunyikannya didalam kulkas karena takut diembat habis sama kita2 :).

Cape juga ternyata, walaupun cuma makan-makan dan ngobrol. lol. Setelah satu persatu tamu hengkang, kamipun kebagian tugas untuk bersih2 rumah. Malamnya Jeng Wini mengajarkan kami membuat kalung dengan monte yang indah2. Sampai tak terasa pukul 2 malam, kami asyik ngobrol ngalor ngidul, saling memberikan kisah kasih nostalgila yang tak berujung.

Ah indahnya persahabatan. Akupun terlelap tidur diantara himpitan sahabat-sahabatku. Good night……

DBLN, 11.48-310311

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s