Winter Holiday In Galway — OMG!

Jika saja holiday waktu itu tidak bertepatan dengan winter tentunya holiday kami jauh lebih asyik. Tapi karena memang sudah niat kami untuk break dari suasana dirumah akhirnya kami memutuskan untuk tetap nekad pergi ke Galway meskipun boardcast mengabarkan cuaca akan memburuk dalam waktu sepekan.

Galway bukanlah daerah yang besar namun seperti daearh-daerah di Ireland lainnya — Galway memiliki ciri khas akan kewisataanya…

Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan dalam kereta akhirnya kami sampai juga di Galway. Kedatangan kami di Galway disambut oleh hujan deras dan angin kencang, beruntungnya Hubby-ku memesan hotel yang tidak jauh dari stasiun, berlokasi tepat di jantung kota Galway.

Bukanlah pantangan untuk orang yang suka berliburan meskipun cuaca tidak mendukung — aku dan Hubby sepakat untuk keluar jalan-jalan mengitari kota Galway dengan angin yang cukup kencang; yang cukup membuatku semangat adalah masih adanya sisa-sisa sale dari winter sale yang lalu, jadi aku berkesempatan untuk window shopping ๐Ÿ˜‰ (kisah window shoppingnya di pending dulu ๐Ÿ™‚ )

Cathederal – Cathederal adalah bangunan pertama yang kami kunjungi dan perjalanan menuju ke Cathederal ini sebenarnya tidak disengaja. Karena bangunannya yang cukup besar hal ini membuat aku penasaran dan mengajak Hubby pergi ke Cathederal.

Dalam perjalanan menuju Cathederal Hubby dan aku menyempatkan diri berphoto-photo di tepi sungai nan jernih yang mengalir dari waduk hilir yang tidak jauh dari Cathederal.

Cuaca gak jadi halangan buat tetep narsis ๐Ÿ˜‰

 

Sesampainya di cathederal yang bangunanya cukup memukau-ku, akupun digiring seperti kambing oleh Hubby. Setelah sesampainya didalam Cathederal aku sempat takjub dengan keindahan dan kenyamanannya. Kulihat beberapa orang yang sedang berdoa seperti mengheningkan cipta, dan suasana hening ini kujadikan kesempatan untuk duduk disalah satu bangku ditengah dan menikmati kesunyian dirumah Tuhan ini.

Setelah asyik menikmati keindahan Cathederal kami menyempatkan diri mengunjungi Home Gallery — yang ujung-ujungnya akupun tergoda oleh sisa sale di lantai dasar :).

Pub tertua di Galway — tidak yakin sudah berapa tahun pub ini berdua, namun yang pasti pub ini sudah berumur ratusan tahun! Hebat ya, mereka begitu menjaga bangunan hingga selama itu.

 

 

Pub tertua di Galway yang berumur ratusan tahun

Aku sempat mengajak Hubby untuk dinner di tempat ini tapi Hubby beralasan tempat ini tidak nyaman untuk dinner romantis ;). Akhirnya kamipun mencoba Spanish Restaurant yang berlokasi kira-kira tidak lebih dari dua kilometer dari hotel.

 

Papan petunjuk arah bagi yang suka kesasar seperti aku ini ๐Ÿ™‚

Hari pertama dan kedua cukup melelahkan dengan jalan-jalan di seputar kota Galway. Hari ketiga adalah hari terakhir kami di Galway — namun ku pastikan hari terakhir ini akan kujadikan hari khusus untuk shopping :).

DBLN, 15.59-170211

Iklan