Menuju Penang Malaysia Via Medan

Setelah kembali dari Danau Toba akupun melanjutkan kembali perjalanan ke kota Medan, di Medan aku berjumpa dengan salah seorang sahabat Travel yang aku temui di Bali bernama Gaz. Gaz berencana untuk travel ke Malaysia dan Thailand. Kamipun sepakat untuk pergi bersama via kapal laut ke Penang.

Aku dan Gaz membeli tiket kapal laut ke Penang pada sebuah agent travel di kota Medan. Kalau tidak salah tiket menuju Penang dari Medan seharga Rp 250,000. Seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya tentang perjalananku di Sumatera, para agen travel di Medan sangat melayani, terutama kecepatannya dalam melayani pelanggan. Setelah berkemas dan menyiapkan segalanya kami bersiap-siap menuju ke pelabuhan kapal laut Medan. Sesampainya disana kulihat beberapa calo yang siap siaga memberikan ‘jasa pelayanan’-nya.

Perbisnisan di Indonesia tidaklah lengkap tanpa calo di sekitarnya. Jika kita berpergian diwilayah Indonesia, bersiap-siaplah menghadapi situasi ini. Jalan yang terbaik adalah tetap bersikap ramah. Jika memang kita tidak memerlukan bantuan mereka, maka cukup mengatakan “Tidak terimakasih, saya akan beli sendiri”. Seberapapun mereka ngotot ingin memberikan ‘jasa’ kalau kita memberikan respon menghormati kepada mereka, maka merekapun akan segan untuk memaksa kita kembali.

Hal ini sering saya alami dibeberapa wilayah Indonesia saat saya melakukan travel. Khususnya saat saya mau menuju Penang. Pada saat itu saya harus membayar biaya fiskal. Yang saya herankan para calo saat memberikan harga biaya fiskal kepada saya, dia memberikannya tidak jauh dari loket tiket yang disit u terdapa tulisan papan keterangan tentang harga biaya fiskal yang sesungguhya. Lucunya lagi, para calo ini berkeliaran bebas di pelabuhan pada saat itu untuk memberikan ‘jasa’ menjual harga biaya fiskal yang sudah pasti lebih mahal untuk beli di calo dari pada di loket tiket.

Begitu aku melihat bahwa tiket yang di jual oleh para calo jauh lebih mahal daripada di loket tiket, kontan saja aku langsung berlari ke loket tiket untuk mendapatkan biaya fiskal.

Suasana pada saat itu cukup ramai, dan ini adalah pertama kalinya aku menuju Malaysia. Ku lihat beberapa calon penumpang yang kebanyakan adalah terdiri dari para wanita berjilbab. Melihatku yang nampak seperti wanita sedang minggat dari rumah sehabis bertengkar dengan suaminya (karena beberapa tas travel besar yang aku bawa), maka tak urung menimbulkan banyak pertanyaan untuk mereka, yang akhirnya menimbulkan percakapan di antara kami.

Begitu siap-siap menuju boorading pass, sang immigrant staff menghentikan aku agak lama, dan sang staff memintaku untuk melepas topiku (walah, aku sudah seperti sang teroris saja pada saat itu!). Setelah beberapa saat akhirnya akupun dibiaran masuk kedalam kapal.

Fasilitas di dalam kapal boleh dikatakan cukup bagus, sayangnya aku tidak sempat membawa untuk berphoto2 ria pada saat itu, dikarenakan keadaanku yang lumayan sudah kelelahan. Akupun duduk disamping Gaz menikmati pop mie dan pemandangan Krakatau.

Sekitar kurang lebih 7 jam perjalanan di tempuh, kapal kami akhirnya sampai juga di Penang. Enaknya kalau naik kapal laut adalah lebih afdol untuk menikmati pemandangan lautnya. Rasa lelahku-pun hilang begitu kapal bersandar di pelabuhan Penang.

“Penang, I’m coming….!!”

Bersambung…..

DBLN, 16.45-091109

Iklan

One thought on “Menuju Penang Malaysia Via Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s