Menuju Guci Air Panas Di Pemalang

picture-032Ups, sudah hampir 2 mingguan blog ini tidak update. Sekarang aku mau ajak sahabat bloggers mengunjungi Pemalang. Pemalang adalah sebuah kota kecil yang terletak antara Pekalongan dan Tegal. Walaupun kecil dan tidak begitu dikenal tapi Pemalang mempunyai sebuah tempat rekreasi yang sangat unik dan menarik untuk dikunjungi.

Mulai yuuk ceritanya…

Perjalanan dari Jakarta ke Pemalang dengan Bis memakan waktu sekitar 7 jam-an. Lumayan ya. Tapi seperti biasa aku tidak pernah memperdulikan berapa lamanya perjalanan. yang terpenting adalah aku sampai pada tujuan dengan selamat sampai tujuan.

Pukul 3 sore aku tiba di terminal bis kota Pemalang. Ketika turun dari bis kulihat banyak sekali tukang becak menyambut penumpang dari bis. Antara penumpang yang ingin keluar dari bis dan tukang becak yang ingin mendapatkan penumpang juga saling berdesakan. Badanku yang kecil dengan tas ransel yang cukup besar membuatku sulit bernapas. Tiba2 seorang tukang becak meraih tasku untuk menolongku. Ada rasa sedikit khawatir saat tukang becak tersebut mengambil tasku. Namun aku mencoba untuk bersikap santai dan ramah pada tukang2 becak disana.

Kota Pemalang yang kecil dengan tidak adanya lapangan kerja yang memadai tentunya terlihat sekali bagaimana para tukang becak itu berebutan bahkan hampir terlihat sedikit memaksa untuk menjadi penumpangnya.  Kalau sahabat bloggers berkunjung ke tempat seperti ini, usahakanlah tetap ramah pada mereka dan bersikap santai. Dan selalu mencatat nomor telpon polisi kantor terdekat. Jadi kalau ada apa2, saat kita bingung atau takut segera menghubungi kantor polisi terdekat.

Ini aku lakukan saat aku berada di terminal Pemalang. Beberapa tukang becak yang selalu mengikutiku tentunya membuatku sedikit khawatir. Beruntungnya kantor polisi tidak jauh dari terminal bis. Akupun menuju kekantor polisi dan meminta keterangan arah menuju Moga. Setelah hampir 15 menit duduk dikantor polisi, akupun melanjutkan mencari bis menuju ke Moga.

Bisnya terlihat tidak begitu besar malah bisa dibilang lebih mirip dengan Kopaja atau Metromini seperti di Jakarta. Hampir setengah jam-an aku menunggu dibis untuk menunggu bisnya penuh. Panasnya matahari dan bau campur aduk membuatku sedikit mual. Untunglah aku memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan seksama, seperti menyiapkan permen mint, minyak angin, dan yang paling penting adalah air aqua.

Perjalanan menuju Moga sekitar 2 jam-an lebih. Mungkin karena nampak bukan seperti orang lokal akupun membayar lebih dari yang lain, sekitar Rp 15 ribu-an. Tapi biarlah, toh aku mendapatkan rewardnya yaitu pepicture-033mandangan nan indah! Perjalanan menuju Moga melewati pematangan sawah2 yang hijau dan luas, udara yang sejuk sekali saat itu bagaikan AC yang meniupkan hawa dingin ke mukaku. Bahkan saat aku menuliskan ini masih bisa kuingat saat kuhirup udara segar itu. Setelah hampir 3 jam, sampailah bisnya disebuah terminal kecil yang berada tepat ditengah2 pasar. Oh ternyata aku sudah sampai dikotanya Moga.

Perjalanan tidak berhenti disitu, karena aku ingin menuju Guci yang letaknya tepat di kaki Gunung Slamet.  Matahari sudah tidak begitu tinggi dan awanpun sudah mulai bersahabat menunjukkan mentari sorenya. Dengan sebuah mobil dengan bak terbuka dibelakang (Di Jakarta disebut Losbak), aku bersama penduduk lokal yang lain berangkat menuju Guci. Dengan posisi berdiri semua penumpang berpegangan pada besi yang ada.

Membayangkan bahwa Guci akan jauh dan lebih indah dari yang kulihat ini, pikirankupun melayang jauh kenegri antah barantah….

DBLN, 16.27-220409

Iklan

22 thoughts on “Menuju Guci Air Panas Di Pemalang

  1. 10 tahun yg lalu.. aku sering singgah ke Guci.. udara’y mantabs!!!! spanjang jalan kiri kanan trsaji hamparan sayur-sayuran yang segeeeeerrr bangged.. ditambah lagi air hangat’y.. yg menambah rilexs… duuuh.. pingin ksana lagiiiee…. 😀 (^>^)

  2. untuk konfirmasi,, guci itu termasuk wilayah tegal! tetapi kebanyakan orang ketika ingin singgah ke guci lebih suka lewat pemalang! karena dalam perjalanannya menawarkan sensasi pedesaan yg alami punya! melewati lereng2 gunung, tanjakan yg memacu adrenali. and pastinya cool abizzz! jgn lp bawa jaket!… pkoknya gk nyesel klo mampir ke guci dah,,,, oia, kalo dalam perjalanan ke guci menemui kali jgn lp dg kameranya ye,,, kale ja ada cew yg lg mandi!,,, hehhehehe!

  3. Mbak Sri… ke Guci ngapain…??? Subhanallah… akhirnya, ku temukan juga jeng Sri di sini… melewati kampung ku donk mbak… Pemalang, memang tidak begitu terkenal… Agaknya, kenapa yah mbak,…??? Guci itu masuk Tegal apa Pemalang yah…??? 😉

  4. Jeng Sriiiii…. ada apa dg dirimu? Setelah pencarian panjang ini akhirnya kutemukan juga dirimu (jiah bahasanya…). Ini alamat sudah permanen jeng? Ato mau pindah lagi?

  5. akhirnya ku menemukanmu jeng…jeng..
    kok nggak mampir ke cikrik jeng deket tuh ama moga…aku kemoga tuh 35 hari sekali lho…
    oiya waktu ke guci, sempet naik kudanya ngga…?

  6. akhirnya kumenemukanmu jeng…jeng….
    iya kok nggak mampir ke ikrik jeng…..deket tuh ama moga…
    guci mang indah jeng…..
    naik kuda guci nggak…?

  7. Met malam.. Jeng telah membingungkan banyak orang.. hehehe.. dasar seleb para blogger.. xixixiix.. aku juga bingung waktu klik jengsri.com.. aku pikir hanya inet yg ngga beres, ngga tahunya benar2 hilang.. kasihan ya orang yang mencarimu…..

    hulondhalo.com

  8. Syukurlah blog ini belum dihapus sama JengSri…
    Jeng aku tahu blog ini dari IjoPunkJutee….
    terakhir aku berkunjung ke JengSri.com juga karena dikasih tahu sama prof. klw jengsri mau cuti…
    sedih hatiku saat membaca postingan Diajeng..
    aku dah nulis komen banyak,,ungkapan perasaanku padamu Jeng (blog jengsri.com maksudnya)…kaburrrrrrrr
    tapi ternyata saat aku post komen…terjadi error
    yang akhirnya kuketahui, blog sudah tidak ada….

    yang pasti aku kan slalu merindukan kedatanganmu Jeng….buat ngeblog lagi
    hikz-hikz

  9. “Membayangkan bahwa Guci akan jauh dan lebih indah dari yang kulihat ini, pikirankupun melayang jauh kenegri antah barantah….”

    perasaan yang sama ketika saya membaca tulisan ini.
    salam 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s