Kepada Toga, SahabatKu…

Tidurlah dalam mimpi panjang nan damaimu, kenanganmu kan abadi  bersamaku……”

picture-148Pagi itu kami (Anita, Toga dan Aku) bersiap2 untuk keliling Pulau Samosir. Tepat pukul jam 8 pagi, kami bertiga meninggalkan losmen yang kebetulan pemiliknya adalah temanku sendiri yang bernama Anita. Dengan 2 motor, Anita di bonceng dengan Toga, sedangkan aku sendiri.

Mereka sudah mengingatkan aku untuk memakai jaket karena perjalanan yang ditempuh cukup jauh, namun aku menolaknya karena panas yang cukup terik saat itu. Dengan memakai kaos singlet dan celana pendek serta dengan tas ransel dipundakku, bersiap2lah aku bertarung untuk travel mengelilingi Pulau Samosir.

Dalam perjalanan kami sempat berhenti pada sebuah toko buku untuk menukar buku2ku yang sudah kubaca untuk ditukar dengan yang baru. Negosiasi kecil2an pun berlansung antara aku dengan pemilik toko buku. Akhirnya kudapat 3 buku juga sebagai penggantinya.

Awal perjalanan kami melalui desa2 yang terdiri dari berbagai hotel2 kecil dan besar yang begitu unik, nyaman, dan..picture-146 ah, rasanya aku ingin kembali kesana saat aku menceritakan ini….

Tegur sapapun kerap berlangsung selama dalam perjalanan melewati desa2 itu. Sebagai seorang wanita yang lahir dan besar dikota Jakarta yang mempunyai banyak warna kultur, tentunya   itu menjadikan sebuah pelajaran untukku sebagai adaptasi saat aku melakukan travel diberbagai daerah di Indonesia. Dan syukurlah, walaupun tidak mengerti bahasa dan terkadang kultur dari mereka, namun aku  masih mampu mengadaptasikan diriku dengan beberapa daerah yang kadang tak terjamah oleh kehidupan modern sekalipun.

Pemandangan di Pulau Samosir ini luar biasa indahnya. Sempat beberapa kali aku hampir kecelakaan karena saking terpesonanya dengan keindahan yang kulihat. Air danau yang biru, keunikan pulau yang berada ditengah danau. Ah….

picture-1391Saat melewati bukit2, kulihat anak2 babi yang kecil merah dan terlihat  imut berlarian di hamparan rumput hijau. Pada sebuah bangunan tradisional yang berbentuk seperti rumah adat batak, yang kuketahui ternyata itu adalah sebuah pemakaman. Menurut informasi dari temanku  rumah pemakaman itu adalah pemakaman keluarga yang termahal dipulau Samosir. Harga dari rumah pemakaman tersebut seharga 1 milyar!!! Menurutku itu pemakaman yang termahal didunia!!

Setelah sempat berphoto ria, kamipun melanjutkan perjalanan menuju atas bukit. Tak terasa kalau kami menaiki perbukitan yang agak sedikit curam untuk aku. Pendakian keatas bukit melewati rumah perkampungan penduduk. Pemandangan yang selama hidup aku ingin sekali melihatnya, ternyata kesampaian juga! Kuliaht rumah2 penduduk dan orang2 asli batak saat menuju perbukitan. Seramkah mereka? Sama sekali TIDAK! mereka sungguh ramah dan bersahabat. Bahkan beberapa dari mereka mengingatkan aku untuk hati2 dalam mengendarai motor. ya, jalanan yang kami tuju cukup sempit karena banyaknya rumah penduduk dan anak2 kecil yang berlarian dijalanan.

Sampailah kami pada puncak bukit yang diatasnya banyak sekali kapur putih. Wah tidak sangka ternyata bukitnya picture-150lumayan tinggi. Dibawalah aku dengan kedua temanku pada sebuah kolam renang yang mengeluarkan asap. Yang katanya air tersebut mengalir dari perbukitan. Disisi bukit tersebut kulihat sebuah kawah yang mengeluarkan panas seperti lava. Ini bukit atau gunung sih? Pikirku heran saat itu.

Karena lelah kami bertiga segera menyemplungkan diri kedalam kolam renang. Beberapa menit rasanya aman ,namun setelah hampir 15 menit-an kepalaku sudah terasa pening. Mungkin karena hawa dan bau yang masih orisinil dan menyengat hingga membuatku sedikit seperti mabuk rasanya.

Kamipun berkemas2 untuk pulang kembali.

Yang lebih menarik dari Pulau Samosir ini adalah adanya sebuah danau kecil diatas pulau Samosir! Bayangkan danau diatas danau!! Aah, betapa besarnya  ciptaanNYA itu!!!

Tidak terasa perjalanan yang kami tempuh hampir 50 KM! Tak ayal lagi akupun KO setelah seharian berJJS ria dengan motor tanpa jaket!

Ku tuliskan khusus untuk sahabatku: Toga”

DBLN, 22.38-300309


Iklan

25 thoughts on “Kepada Toga, SahabatKu…

  1. Sekali waktu singgah di Berastagi ya? Tidak terlalu jauh dari Samosir kok. Sekalian ke Tongging, pinggiran danau Toba yang masih wilayah Kab.Karo. Salam kenal, teruslah berkarya

  2. Enaknya bisa keliling di Indonesia, saya kapan ya…??
    Ceritanya menarik banget tuh Jeng…jadi pengen ikutan 🙂
    *disini spring bagus ( dah banyak bunga2 yg tumbuh )..tapi masih bagusan di Indonesia….

  3. Tulisan perjalanan yang indah dari selaksa jiwa yang indah pula. Salam kenal Jeng Sri. Mengenal blogmu membuatku menjadi terharu tapi juga bahagia.

  4. maaf baru nongol..heheh..lagi sibuk merenovasi diri biar segala sesuatunya lebih baik dari yang sebelumnya…sehat itu harus, aq ga mau kalau ga sehat..biar bisa terus berkarya kalau badan juga pikiran sehat…semangat

  5. Kereeennn…..
    udh lama bgt gak ke sumut, daerah bapakku inih hehe…
    cuman bapak itu kampungnya di Balige, dktlah gak jauh2 amat ama danau toba, soalnya kalo liat dr kampung bapak yg diatas bukit, kliatan bgt si danau itu..

  6. tulisannya bagus banget serasa ikut serta dalam perjalanan itu… tapi preambulenya itu lho… aku selalu merasa sedih membaca kalimat seperti itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s