Bukan Sembarang Kakek!

picture-107 Dengan diantar van yang biasa aku sewa untuk menghantar berkeliling Mataram, kamipun berencana untuk pergi kesebuah bukit. Jangan dikira bukitnya bukit kecil ya. Bukit ini bukit super tinggi yang pernah aku daki selama hidup!

Apa keistimewaan bukit ini? Ya jelas ada dong. Kalau tidak mana mau aku mau bersusah payah mendaki bukit yang menjulang tinggi diangkasa langit itu!

Keistemewaan bukit itu adalah adanya sebuah Pura yang terletak tepat diatas bukit tersebut. Lho kok ada ya pura di tempat yang mayoritas muslim? Ya inilah keistimewaannya. Meskipun umat hindu yang tidak mayoritas di Mataram namun kesahajaan penduduk untuk menghormati sesama pemeluk agama lain sangat terlihat di Mataram. Ini terlihat dengan adanya beberapa pura yang dibangun di daerah Mataram.

Seneng ya bisa melihat perbedaan hidup dalam keharmonisan?

Saat menuju ke bukit tersebut kami melewati sedikit hutan belantara lalu lahan luas yang menghampar bebas dalam pandangan mata. Akhirnya setelah hampir 2 jam-an sampai juga aku disebuah depan sebuah gardu yang dikelilingi leh banyak pohon2 besar yang lebat. Gardu yang berukiran seperti banyaknya ukiran pura2 diBali terhias cantik dengan warna-warni alaminya. Dengan diperkenalkan oleh seorang kakek tua (yang diketahui sudah berumur hampir 90-an!), para guide tourku mengatakan bahwa kakek tua inilah yang akan menghantarku ke atas pura.

APA?!

“Aduh, mendingan aku kasih aja nih kakek duit daripada suruh ngantar aku keatas” kataku pada mereka karena melihat kondisi kakek yang kecil, kering keronta dan memakai tongkat! Aku hanya berpikir bagaimana mungkin kakek itu bisa menghantarku ke atas menuju pura dengan kondisi tua renta seperti itu??!!

Dengan picture-1081senyum kepercayan diri mereka membalasku: “Gak usah khawatir mbak, kakek ini sudah bekerja sepeti ini sudah lama sekali”.

Dengan keraguan yangΒ  masih begitu besar akupun dengan amat sangat terpaksa menerima untuk diantar kakek tua itu.

Tidak pernah terpikir olehku bahwa tangga yang menuju keatas bukit, beribu-ribu!

Saat aku menaiki tangga putaran pertama (setiap putaran tangga terdiri dari hapir seratus tangga) aku sempat ingin menolong kakek namun terlihat bahwa sang kakek begitu entengnya untuk membwa badannya sendiri dengan tongkat ditangannya. Malah kebalikannya, akulah yang memerlukan pertolongan!

Tangga putara ketiga Aku sudah kehabisan napas. Dan beberapa kali kami harus beristirahat.Β  Masih kulihat kakek begitu tenangnya dan tidak sedikitpun terlihat lelah diwajahnya.

Entah berapa putaran tangga kami sudah lalui. Yang jelas sudah hampir lebih dari 2 jam-an kami menaiki tangga tersebut!

picture-106

Sesampainya diatas bukit, kulihat sebuah pura cantik yang cukup besar untuk disebuah bukit. Beberapa orang yang sedang melakukan sembahyangan, anak2, muda dan tua berbaur dalam upacara khusuk di pura tersebut.

WAH. Itu saja yang bisa terguman dalam mulutku. Berada di atas bukit disebuah pura cantik dan unik dengan orang2 yang ramah senyum, dunia terasa damai dan indah.

Belum lagi pemandangan yang menghampar luas dibawah kaki langit yang biru cantik keputih2an dan cerah pada siang itu serasa menambah keberadaaNYA menemaniku menikmati pemandangan yang luar biasa indah dan cantik!

Untuk beberapa saat aku duduk sendiri menikmati hasil ciptaanNYA. Sampai beberapa anak kecil menghampiriku untuk minta di photo. Setelah itu aku bekeliling dipura tersebut. Kenyamanan berada diatas bukit tersebut menghilangkan ketakutanku pada ketinggian. Bahkan untuk beberapa menit aku sempat taku untuk melihat kebawah waktu pertama kali tiba diatas pura.

Setelah puas menikmati picture-103dan berbincang serta bercengkarama dengan orang2 yang sedang melakukan sembahyangan dipura tersebut, aku dan kakek bersiap2 untuk turun kebawah bukit.

Seperti saat pertama kali naik keatas bukit, kami harus beristirahat untuk beberapa kali karena aku yang super lelah. Namun tidak selelah saat pertama kali naik. Tapi tangga yang cukup curam untuk turun kebawah dan juga berlumut hijau membuatku sedikit khawatir.

Tentu saja aku sedikit malu dengan sang kakek. Yang awalnya aku begitu meremehkan sang kakek namun kali ini kakek memang pantas diberi sebuah piala!

Selama perjalanan menaiki tangga keatas dan kebawah, pikiranku tak lepas dari pertanyaan: “Bagaimana mungkin kakek ini sanggup menaiki tangga yang curam dan tinggi ini?”

Oke kakek, suatu hari kalau kita bertemu dan berumur panjang akan kutantang kakek lagi untuk menaiki bukit itu!

Sekarang aku latihan dulu ya kek!

DBLN, 21.38-100309

Iklan

22 thoughts on “Bukan Sembarang Kakek!

  1. Iya kan.
    Persis yang aku bilang dulu. Jengsri kakinya panjang. Perempuan tapi udah malang melintang seluruh dunia. Ngiri aku. Kalau aku paling mentok pantai ancol. Sekali mancing di tambak pluit. Ck…ck…ck… Huisin aku.

  2. Mampir sini lagi Jeng Sri…, Habis tiap mampir sini selalu disuguhi secangkir kopi ginastel…!he..he…

    Atas kebaikan jeng sri, IjoPunkJutee kasih AWARD untuk JengSri, diambil ya…??

    Secangkir kopi irish maksudnya bang Joe ;)? Makasih buat AWARDNYA, tapi mana ya kok gak liat? hehehe…

  3. mau dong ke sana.
    btw, kadang2 para penduduk di desa2 lebih kuat lho walau usianya sudah renta. kita yg masih muda seringkali kalah.

    Kesana atuh Mbak Fanny ;). Emang bener yang Mbak Fanny bilang orang didesa lebih kuat, mungkin karena biasa banyak beraktifitas kali ya?

  4. hai… salam kenal jeng… ini kunjungan perdanaku…. semoga ada kunjungan kedua, ketiga dan seterusnya…. btw, kapan yah aku bisa berkunjung ke Lombok….

    Salam kenal jga Mbak Melati. Di tunggu kunjungan berikunya ya ;). Iya ya, kapa bisa ke Lombok?

  5. mampir..jeng…
    tks..komennya ya….
    “aku sempat sedih sekali ketika ada seorang sahabat curhat mengenai obsesinya utk dapat menembus media “Horison”satu-sayunya media sastra dan budaya di negeri ini yang konsisten menjadikan sebuah barometer bagi seorang penyair dan puisi.”

    Kembali kasih Bang ;). Ya tidak bagusnya dinegri kita ya seperti ini bang, banyakan diukurnya dari sana sini. Mau maju atau tidak harus usaha mati2an sendiri dari kitanya dulu. Kalau gak, ya gak nyampe2. Semangat ah ;)!

  6. Mbak, ada ikut lomba yang di aussie nggak, lomba nya menulis perjalanan aja, limayan bisa dapat 1,2 miliar dan liburan, kan Mbak banyak tulisan perjalanan tuh..

    Wah aku ndak denger tuh Mbak Yauma. Iya lumayan banget hadiahnya lagi krismon begini masih ada yang mau perduli dengan mengadakan lomba yang bermanfaat seperti ini. Thanks buat infonya Mbak!

  7. iih pgn bgt deh ke lombok tp blun ada waktu…dan dana tentunya hahahah…
    malah ntar mei mo mengunjungi tmpnya bli’ nanoq πŸ˜€ jalan2 ama tmn2 and hubby

    lam kenal yak!!

    Wah enaknya bisa kunjung2an ya. Ikutan dong ;). Salam kenal juga Jeng Linda.

  8. tiyang kari sungkan (aku masih sakit). demam, flu dan batukku sempat reda kemarin, tapi hari ini kambuh lagi + sempoyongan. kayaknya aku overdosis krn semalam aku minum obat melebihi aturannya hehehe…

    tentang perjalananmu ke bukit di lombok itu, menurutku adalah sebuah pengalaman yang spesial. pasti banyak hal yang bisa kamu catat di hatimu. dan, aku yakin, kakiku pasti pegal sehari semalam setelah menuruni bukit itu. yang bikin kaki sakit justru saat turunnya kan? πŸ™‚

    Ya ampun Beli kok bisa minum obat melebihi aturan? Untung gpp. Semoga cepet sembuh Beli.

    Pegelnya minta ampun beli, sampai gak bisa jalan seharian besoknya,hehehehe..

  9. pemandangan dari atas sangat cantik ya Jeng
    hilang khan capeknya setelah naik tangga?

    Semoga Kakek dan Jeng Sri punya kesempatan lagi adu kemampuan hehehe

    Luar biasa cantik Bunda!

    Insya Allah Bunda ;).

  10. Kenapa ada pura di mataram..? Kerajaan Karangasem Bali pernah expansi ke Mataram, jauh sebelum penyebaran agama islam di mataram.

    Betul bang, aku sempat disuguhkan sedikit tentang sejarah adanya pura di Mataram. Mereka hidup dalam keharmonisan yang nyaman ditengah2 mayoritas umat muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s