Perjalanan Menuju Lombok

picture-087

Niatnya aku ingin mengirit uang, untuk itu aku tidak membeli paket perjalanan melalui agen travel. Aku berpikir mungkin dengan berbekal informasi dan map yang ada aku bisa menyimpan sebagian uangku. Namun ternyata dugaanku SALAH!

Setelah tiba di pelabuhan Padang Bae aku membeli tiket kapal untuk menuju mataram. Perjalanan lumayan lama. Kalau tidak salah antara 4 atau 5 jam-an dengan kapal Ferry. Selama dalam kapal aku berkesempatan mengambil photo. Pemandangan indah Gunung Agung disertai langit biru cerah dan air laut biru yang cantik membuatku betah untuk menikmati moment ini. Sungguh Agung ciptaanNYA.

Sesampainya di pelabuhan Mataram aku sedikit bingung dengan tujuanku. Tidak ada satupun transportasi di pelabuhan tersebut mempunyai nama tujuan. Karena ragu, akupun menuju sebuah warung kopi atau semacam warung nasi juga. Kulihat beberapa pria yang sepertinya bekerja disekitar pelabuhan tersebut. Melihat aku yang datang sendirian dengan membawa tas ransel yang sedikit  membuat mereka penasaran.

“Mau kemana Mbak?” Tanya salah seorang pria dengan pakaian lusuh dan berjenggot hitam tebal.

“Mau ke Senggigi Pak” kataku sambil tersenyum padanya.

Semua pria di warung tersebut memperhatikan aku dengan seksama. Untuk menghindari sedikit rasa gugupku, kucoba untuk bersikap santai dengan sekali-kali tersenyum kepada mereka. Beberapa pria mencoba membuka percakapan yang ujung-ujungnya membuat bisnis setelah mengetahui bahwa aku belum pernah ke Lombok sebelumnya. Dengan harga mati yang mereka buat, dan karena sudah terlalu lamanya aku berada di warung dan diantara pria-pria tersebut. Maka mau dan tidak mau akupun harus deal dengan harga yang mereka berikan. Dengan membayar Rp 100,000 (yang harga sebenarnya tidak lebih dari Rp 20,000) untuk ke Senggigi akupun menaiki kopaja mereka.

Sang supir menurunkan aku disebuah villa yang lumayan bagus yang letaknya tepat didepan jalan raya Senggigi dan tidak jauh dari pantai. Dengan harga kamar yang cocok untuk para traveller akupun segera check-in ke villa tersebut dan mendapatkan posisi kamar yang palin atas dengan pemandangan laut yang menghampar.

Satu hal yang tak bisa kulupakan di villa tersebut yaitu bantal yang mereka sediakan begitu lembut dan empuknya. Sampai saat ini aku tidak bisa melupakan nikmatnya bantal tersebut. Walaupun disamping villa tersebut terdapat sebuah diskotik yang cukup bising bila malam menjelang namun kenyamanan bantal itu mampu membawaku tertidur nyenyak seperti bayi.

***

Daerah Senggigi sedikit ramai dengan para turis manca negara dan turis lokal juga. Suasana malam disana cukup ramai. Aku mencoba mencari sebuah restoran yang sedikit sepi dari pengunjung. Setelah berjalan cukup jauh dari villa akupun menemukan sebuah restoran yang cocok untukku. Restoran tersebut terbuat dari kayu dengan atap dari semacam rumput kering. Terbuka tanpa jendela dengan dalam terdapat lilin kecil pada setiap majanya. Pengunjungnya pun tak cukup ramai.

Setelah melihat beberapa menu yang sejak dulu aku ingin sekali mencoba makanan khas Lombok yaitu kangkung dan ayam Lombok.  Akupun memesan kedua makanan tersebut dengan permintaan kepada pelayan restoran untuk memberikannya dalam rasa yang pedas sekali.

Tidak disangka ternyata mereka benar-benar memberikan rasa yang luar biasa pedas. Kepedasan tersebut sampai membuat perutku sakit.

Saat aku sedang lahap-lahapnya makan seorang pemuda menghampiriku. Kira-kira umurnya sama denganku, tinggi, kulit sawo matang, rambut panjang, hidung mancung, dengan gigi putih yang tertata rapi menghampiri dengan senyum ramah. Entah bagaimana dia memulai percakapan. Kamipun menikmati percakapan yang baru saja dimulai sekitar beberapa menit yang lalu. Pemuda yang memperkenalkan dirinya sebagai Arwo tersebut ternyata adalah penduduk asli dari Senggigi dan dia bekerja dengan menjual aksesoris dipantai Senggigi dan sekaligus sebagai turis guide. Ketika Arwo mengetahui bahwa aku ingin melakukan perjalanan ke Gili Trawangan diapun dengan antusias menawarkan sebuah transportasi.

Setelah mendapat kesepakatan harga dari aku dan Arwo. Kamipun berjanji untuk bertemu besok pagi.

Akupun kembali ke Villa dan tidur ternyenyak menanti pagi untuk menuju perjalanan selanjutnya…

DBLN, 21.10-240209

Iklan

One thought on “Perjalanan Menuju Lombok

  1. tak dapat melawat Lombok, baca blog ini pun sudah memeadai, boleh tambah banyak lagi gambar???

    Makasih ya Bang sudah berkunjung. Insya Allah aku bisa tambahin nanti photonya ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s