Oktober Kelabu Di Kuta Bali

bali

“Rasanya tidak sanggup kukenang ini. Airmataku tak akan mampu menahan bila teringat kembali memori yang begitu menyakitkan seluruh bangsa Indonesia dan juga bangsa lainnya…”

Beberapa temanku yang sedang melakukan travel diBali mengontak aku untuk bertemu di daerah Kuta. Setelah sepakat untuk bertemu disebuah restauran di Popies II untuk mengadakan reuni dan makan malam, kamipun bertukar cerita mengenai perjalanan travel kami masing-masing selama di Bali.

Malam itu tepat tanggal 12 Oktober 2002…

Setelah makan malam di restauran kami sepakat untuk hang out ke Paddys Club (Klub pertama yang diledakan saat terjadinya ledakan Bomb Bali I). Walaupun masih terlalu dini untuk hang out karena saat itu pukul 8 malam, kami menuju ke Paddys Club.

Hampir satu jam disana, kami berencana melanjutkan ke Sari Club (Klub kedua yang meledak). Namun salah satu temanku memberi saran untuk pergi ke Jimbaran sekedar untuk relaksasi. Akhirnya kami sepakat untuk kembali ke bungalow yang terletak di Gang Cempaka Jalan Legian. Jarak antara bungalow kami dari Sari Club sekitar 150 meter.

Pukul 9.30 kami sudah sampai di Bungalow. Aku menyempatkan diri menonton program kesayanganku Family 100. Kira-kira tepat saat sang pembawa acawa mengatakan: “Inilah para peserta….”

Buuuuuummmmm..!!!!

Aku terlonjak kaget dan segera bangun dari tempat tidurku. Bertepatan dengan suara dentuman keras itu kaca rumah atap seakan bergetar dan kaca jendela bergerak seakan hendak pecah. Akupun dan semua penghuni bungalow serentak keluar dari bungalownya masing-masing.

Ku lihat seperti gulungan bola api di udara. Sungguh, dua hal yang ada dalam pikiranku saat itu: Kiamat dan Meteor jatuh dari langit.

Semua orang panik dan berasumsi masing-masing. Jantungku berdegup keras. Bungalow yang kebetulan berada ditengah-tengah rumah penduduk menjadi lebih ramai. Malam itu seperti orang yang sedang mau mengadakan demo besar-besaran. Semua penghuni rumah tidak ada yang berada didalam rumah. Orang tua, muda, anak-anak bersatu dalam kerumunan.

Ada yang mengatakan gas meledak di Matahari Legia Kuta. Ada yang mengatakan kebakaran di rumah seseorang. Asumsi masing-masing membuat kami berbondong-bondong menuju terjadinya suara ledakan tersebut. Ketika tepat kami berada di Jalan Legian Kuta ternyata jalanan sudah sesak oleh manusia.

Tiba-tiba kami dicegat seseorang berseru: “Bom meledak di Sari Club!”  Aku dan beberapa temanku hampir tidak bisa mempercayainya. Segera kami berusaha menerobos kerumunan orang  untuk bisa menuju ke tempat kejadian. Namun kulihat kerumunan orang itu berbalik arah dan mengatakan: “Jangan kesana! Mau ada ledakan lagi!”. Semua orang panik dan berlari berbalik arah.

***

Rasanya kami tidak bisa mempercayainya! Kudengar beberapa orang asli penduduk disana mengatakan: “Kenapa bisa ada Bom di Bali? ini gak mungkin terjadi!”

Ya. Kami semua berpikir. Ini tidak mungin terjadi! Siapa orang yang tega mau membunuh kedamaian dan sesama ciptaanNYA??

Tidak terasa waktu menunjukkan hampir jam 3 pagi. Orang-orang masih berkerumun dan membahas kejadian malam itu. Mungkin karena lelah sekali akupun terlelap dalam mimpi buruk, seburuk kejadian malam itu.

Keesokan paginya…

Aku dibangunkan oleh suara ambulan hilir mudik disekitar Jalan Legian. Pagi itu semua media elektronik dan media cetak digemparkan oleh kejadian tadi malam. TV lokal Bali yang menggambarkan detail keadaan setiap korban tak mampu ku tonton. Aku dan beberapa temenku menangis tak tertahan saat menonton tubuh-tubuh hangus tersebut. Walaupun jaraknya begitu dekat dengan kejadian, aku tak sanggup menuju kesana untuk melihatnya. Sungguh tak sanggup.

**

Dalam waktu tidak hampir satu minggu setelah kejadian Bom Bali I angka turis menurun drastis 99,9 %. Korban yang selamat maupun turis yang masih berada diBali segera meninggalkan Bali. Tidak ketinggalan aku dan beberapa temanku.

Kami semua meninggalkan Bali dengan begitu sedih yang menyakitkan. Tidak pernah habis bertanya dalam pikiranku dan tentunya semua umat yang mencintai kedamaian: “Bagaimana mungkin tega mereka membunuh sesamaNYA?”

Ya Tuhan. Sudahlah, aku tahu tak akan bisa pertanyaanku terjawab. Hanya merekalah orang-orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu yang tahu jawabannya.

Semoga damai menyertai alam semesta selalu.

DBLN, 11.29-230209

Iklan

One thought on “Oktober Kelabu Di Kuta Bali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s