Dolphin Cantik Dari Lovina

picture-0681


“Ini mungkin Dolphin yang hidup dialam bebas yang pernah aku lihat sepanjang hidupku. Ya, bagaimana tidak. Dulu semasa kecil Bunda selalu mengajakku pergi ke Ancol untuk menyaksikan atraksi Dolphin. Sejujurnya aku sedikit tidak menyukai setiap hewan yang dipelihara untuk sebuah atraksi. Aku berpikir itu sangat menyiksa mereka. Terlalu sensitifkah aku?”

Bagaimanapun hidup membutuhkan satu sama lain. Ada yang harus menjadi korban dan di korbankan. Menyedihkan bukan?.

Perjalanan ke Lovina melewati bukit-bukit yang cukup mendebarkan hati tapi aku tetap menyukai perjalanan menuju ke Lovina. Walaupun perjalanan sempat terhenti dikarenakan aku yang tidak mampu menahan mual yang membendung. Sang sopir yang baik hati menyarankan aku untuk berbaring di jok belakang untuk mengurangi rasa mualku.

Tiba disebuah hotel yang tepat menghadap ke pantai. Sungguh hotel yang sangat nyaman. Dan memang setiap travel agen di Bali selalu memberikan kenyamanan hotel bagi para turis lokal maupun manca negara. Inilah yang paling aku suka dari Bali. Mereka selalu menjaga kenyamanan untuk para turis. Meski setelah Bomb Bali I masih banyak turis yang tetap berkunjung ke Bali sebagai tempat favorit liburan mereka.

Hotel yang pemiliknya bernama Pak Budi ini berbentuk tidak begitu besar. Tapi percayalah, walaupun kecil tapi hotelnya begitu nyamannya. Terlebih lagi pemilik dan pekerja di hotel tersebut begitu ramahnya. Mereka juga memberikan potongan harga kamar untukku. Mungkin karena aku juga berbangsa Indonesia. Lagi, lagi dapat keuntungan sebagai orang lokal. Enak bukan?

***

Menikmati aroma pantai adalah hal yang aku cintai sejak aku masih kecil. Maklumlah aku lahir dan besar sebagai gadis pantai. Aroma laut, bau semliwir amis ikan adalah makananku sehari-hari. Tidak heran aku begitu gilanya dengan laut. Ku lihat beberapa nelayan yang baru saja kembali dari laut untuk menjaring ikan.

Beberapa anak kecil, wanita dan pemuda menyapaku dengan senyum hangat. Ah, sungguh sebuah kehidupan yang nyaman. Seorang nelayan menawarkan aku sebuah paket perjalanan untuk melihat Dolphin. Dengan bakat negosiasi yang sudah aku miliki akhirnya kamipun mencapai kesepakatan harga. Lumayan Rp 100,000 untuk perjalanan melihat-lihat Dolphin sampai puas.

Sekembalinya ke pantai akupun menyiapkan diri untuk makan malam. Istri sang pemilik yang kebetulan asli dari penduduk situ menawarkan aku beberapa menu. Lagi, aku merasakan seperti dirumah sendiri karena kehangatan dan keramahan dari orang sekitar. Dengan antusias akupun meminta tolong untuk dibuatkan ikan bakar.

Setelah makan malam yang seperti di rumah sendiri, aku dan beberapa pelayan di hotel melanjutkan bermain kartu. Kami bermain kartu hingga lewat pukul 11 malam.

**

Pukul Enam pagi aku sudah bersiap-siap. Kamera, air aqua, dan beberapa permen mint telah kupersiapkan dalam tas ranselku. Akupun berlari menuju ke pantai. Kulihat beberapa bule lainnya yang ingin melihat Dolphin sudah menungguku.

“Good morning” Sapaku pada mereka yang tersenyum-senyum karena kedatanganku yang agak telambat sedikit. Aku dan 3 bule lainnya bersiap naik ke atas perahu.

Sunrise hampir menunjukkan warnanya yang cantik. Cepat-cepat aku meraih kameraku untuk mengambil moment cantik ini. Indahnya bukan main. Selama travel kesempatan inilah yang selalu aku ambil. Entah itu Sunset atau Sunrise. Aku tidak pernah melewati kesempatan ini.

Memandang dan menanti pertukaran waktu adalah sebuah hal yang begitu menyentuh hatiku. Kadang aku bisa berpikir terlalu dalam hanya dengan memandangi Sunset atau Sunrise.

*

Tidak terasa setengah jam sudah kami berada ditengah laut. Beberapa perahu lainnya yang dipenuhi oleh para Bule juga ternyata sedang menanti-nanti munculnya Dolphin. Ku dengar beberapa Nelayan bersuit seperti memanggil Dolphin.

Akhirnya mereka muncul juga! Begitu kami melihat Dolphin itu muncul kami semua langsung berteriak histeris gembira. Layaknya seperti seorang anak kecil yang sedang bertamasnya.

Seperti merasakan kebahagiaan yang menontonnya, para Dolphin menggoda dan menari-nari didepan kami dengan menghilang sekali-kali dan kembali serta meloncat ke udara setinggi mungkin.

Kenapa bisa seekor Dolphin mampu menciptakan sebuah kebahagiaan???

DBLN, 17.14-220209

Iklan

3 thoughts on “Dolphin Cantik Dari Lovina

  1. aduh pusing kalau memikirkan “bagaimana”
    abisnya kalau liat tulisan kayak gini jadi kepengen ikutan buat, tapi aq terlalu banyak mikir malah sulit terlaksana jadinya..

    bagi tips dunk kak

    Gag usah pusing2 dan banyak dipikir. Ikuti instuisi dari inspirasi yang ada, bereskan ;)? Ayo nulis lagi!

  2. mampir disini, sekalian bilang,.. kalau ke pantai lagi ajak ajak ya?? secara seringnya ngeliat didufan doang,…he he hee

    Dufan memang gag bosenin ya. Mau kesana lagi ah ;).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s