Pukul 9 Pagi Di Kuta

indonesia-1312

Pagi sekali aku sudah mempersiapkan diri untuk menjumpai salah seorang temanku yang kebetulan dia adalah pemilik salah satu restaurant di Benesari Kuta Bali.Na-as ternyata aku tidak menemuinya di restaurant. Jadilah aku ngobrol dengan beberapa karyawan di restaurant. Sedang asyiknya ngobrol dengan mereka, tiba-tiba masuk seorang pria bule. Yang kupikir terlalu pagi untuk sarapan seorang bule.

“Where are you from?” Tanya salah seorang waitress.

Ini adalah sebuah kebiasaan di Indonesia (mungkin) yang suka menanyakan biodata seseorang. Entah karena mereka sekedar praktek bahasa inggris atau memang sudah terlahir usil. Akupun tidak mau ambil pusing karena kadang aku sendiri suka sekali nanya-nanya ke bule yang aku jumpai, terlebih pekerjaanku yang mengharuskan aku banyak nanya biodata bule. Sebenarnya tidak harus, hanya memang aku yang suka ngobrol ngalor ngidul, bahkan bisa sampai keluar dari topik pembicaraan kalau sudah berdiskusi tentang sesuatu (Mungkin karena sudah kodratnya perempuan).

Akupun jadi ikutan ngobrol sama si bule. “Lumayan bisa praktek bahasa Inggris” Pikirku nakal. Alhasil si pria bulepun mendadak jadi seperti seorang artis yang sedang ditanya2 oleh banyak wartawan.

Entah siapa yang memulai (yang jelas dari para waitress yang memulainya), pembicaraanpun beralih ke masalah beberapa daerah yang banyak dikunjungi bule.

“Have you been to Kuta Beach?” Tanyaku penasarang padanya.

“No, i haven’t. This is my first visit to Bali” Katanya dengan suara dan kalimat yang lain dari pada bule yang lain (Biasanya dan kebanyakannya bule yang datang ke Bali tampang dan sikap mereka selalu urakan, mungkin karena mereka holiday jadi seperti uncontrol?)

Karena kebetulan tokoku searah pantai kuta akupun menawarkannya dengan sukarela untuk mengantarkannya ke pantai Kuta. Diapun menyambutnya dengan senang hati.

**

Sepanjang Pantai Kuta hingga tak terasa ke Pantai Jerman kami mengobrol ngalor ngidul. Entah siapa yang betah diajak ngobrol, mungkin karena cocok kamipun saling bertukar cerita pengalaman tentang banyak hal.

Hingga tak terasa matahari mulai menunjukkan merahnya tanda akan meninggalkan hari. Kamipun berpisah di ujung jalan Benesari dan berjanji akan bertemu lagi saat makan malam di restaurant temanku.

DBLN, 23.49-070209

Iklan

One thought on “Pukul 9 Pagi Di Kuta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s