Heran juga dengan hubby yang bisa bertahan dengan cuaca panas diatas 30-an degrees , sementara diriku yang brojol dan besar di negeri tropis merasa seperti disayat2 oleh teriknya sinar matahari di Kalimantan. Hal ini yang membuat aku sepanjang perjalanan ke Singkawang mengeluh kepanasaan meskipun mobil yang dilengkapi dengan ac itu sudah di set maximum.
Perjalanan ke Singkawang memakan waktu kurang lebih dari 3 jam. Perjalanan yang cukup menyiksa karena panas yang membuatku seperti dalam oven 250 degrees. Ditambah sang supir yang muda belia, profesional tapi kurang ‘penataran’ itu menyupir layaknya membawa kambing bukan manusia (bahkan supir yang membawa kambingpun lebih hati2 daripada supir ini!).
Aku sempat mencoba untuk mengambil beberapa photo ketika kami melewati museum khatulistiwa, tapi nyatanya perutku yang sudah super mual gak bisa lagi di ajak kompromi untuk hanya sekedar mengambil satu photo dalam perjalanan ke Singkawang, tepatnya ke Kura-Kura beach.
Kura-Kura Beach
Untuk menuju tempat ini agak susah-susah gampang. Kembali ngomongin masalah supir, walaupun si supir begajul, tapi sang supir berbaik hati mau mencari Kura-Kura cottage yang memang lokasinya sangat terisolasi dari masyarakat. Paling gak sikap baik si supir membuat temperku agak terobati — soale sempet mau nyemprot si supir
.
Ketika si supir bertanya pada seorang gadis belia lokal, si gadis menunjuk kearah perbukitan (yang nampak di mataku dan hubby tidak ada tanda2 kehidupan manusia bahkan semut). Segeralah mobil di laju kearah perbukitan, namun nampaknya si supir gak mampu lagi melanjutkan perjalanan dikarenakan jalan setapak keatas yang keliatannya memang sulit untuk dilalui. Mau gak mau, aku dan hubby harus turun dari mobil.
Menuju jalan setapak keperbukitan yang keliatan sepi nyenyet membuat aku sedikit khawatir. Namun setelah berjalan hampir 15 menit, tepat di tengah2 perbukitan, kami disuguhi pemandangan super spektakuler: lautan dan pulau, dengan pantai beningnya terhampar luas di depan kami!!
Perjalanan di lanjutkan sampai ku liat seorang wanita muda dengan seorang bule sudah cukup umur didepan sebuah rumah kayu. Aku dan hubby sempet beragumentasi bahwa rumah itu kemungkinan cottage kura2 beach, namun hubby berisi keras tidak. Hingga akhirnya kami temukan jawabannya.
Aku: “Permisi mbak, dimana ya Kura2 cottage?”
Wanita muda (yang kuketahui bernama widia), sambil tersenyum marah dan manis, dia membalas: “Ini kura2 cottage mbak”.
Akupun menoleh ke hubby dengan senyum kemenangan
.

Kura2 beach. Pantai ini kurang bening karna ngambil photonya menjelang jam 7 dimana air pasang dan angin bertambah kuat pada malam hari



