RSS

Menjelajah Irlandia Di Musim Winter

Hal yang paling kurindukan dari tanah air selain keluarga adalah pantai dan mataharinya. Matahari yang bisa didapatkan setiap harinya ini tidaklah bisa kudapatkan di negeri Westlife.

Pantai Indonesia yang terik bak kompor dan yang tadinya sering aku komplain ini nyatanya bikin aku uring-uringan juga kalau lagi kangen. Pasalnya hangatnya pantai di Indonesia tak bisa kudapatkan di negeri super dingin ini!

Berawal dari rasa kerinduanku akan pantai Indonesia, akupun mengajak kedua sahabatku untuk melakukan perjalananan menyisiri pantai Irlandia.

“Apa?! Ini kan musim winter. Gak salah lo?”

Begitu reaksi pertama yang keluar dari orang-orang. Ya salah sih, tapi daripada ngedekem dirumah bikin badan kayak donat, mending jalan-jalan untuk menghangatkan badan toh?

Akhirnya kedua sahabatku yang statusnya sedang study di Irlandia ini setuju juga untuk melakukan perjalanan maha nekat ini!

Musim winter di Irlandia tidaklah sama dengan musim winter yang ada di negara empat musim lainnya. Kalau masalah dingin, memang sudah dari sononya winter itu dingin, tapi…. masalahnya adalah winter yang di Irlandia ini nampaknya winter kutukan!

Hah, kok bisa?

Iya. Winter disini sangat menusuk kulit, tulang bahkan hati. Irlandia yang negara kecil dan terletak disini kirinya UK ini nampaknya menjadi sasaran empuk untuk mengirim angin dan dinginnya laut Atlantik. Tidak hanya itu, angin kencang yang disertai hujan ini bisa dibarengin dengan salju juga! Alhasil, musim winter di Irlandia adalah musim yang paling semrawut di dunia!

Untuk itu, daripada hari-hari winterku penuh grutuan serta caci maki kepada cuaca yang tak bersahabat ini, aku memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Menyisiri pantai di musim winter adalah sebuah planning yang terdengar aneh di telinga orang. Tapi tidak untuk kami, tiga cewek yang sudah bangkotan namun tetap exist ini, nekat ingin menciptakan rekor se-RT untuk melakukan perjalanan di musim winter.

Berangkat dari kota Dublin dengan menggunakan kereta menuju Gresytone. Perjalanan menuju Greystone memakan waktu paling lama satu jam. Perjalanan juga disuguhkan oleh pemandangan ‘alam surga’ dengan tebing serta laut biru  yang menjulang di sisi kiri jalur kereta dan bukit-bukit kecil mungil disisi kanan kereta yang menyempurnakan pemandangan dari dalam kereta.

Setelah satu jam di kereta, tibalah kami di sebuah village bernama Greystone. Gresytone ini terletak di Selatan Irlandia, dari sini kami berencana menuju ke Wicklow dengan berjalan kaki menyisiri pesisir pantai.

Cuaca yang setengah hidup dan mati alias kadang mendung kadang ada matahari ini, serta di barengin dengan angin yang meliung liung bak tornado ini tidak menjadikan halangan untuk kami tetap konsisten melakukan perjalanan.

13263729521544248625

Awal Perjalanan menuju Wicklow

132637303094160550

Bukit-bukit kecil nan elok itu…

13263742061101519350

Photo ini diambil saat sahabatku sibuk motret tulisan di batu ^_^.

Pada 2 KM pertama perjalanan kami,  pemandangan semakin nampak indah meskipun cuaca yang setengah hidup dan mati ini ikut berpartisipasi dalam penglihatan kami. Ditambah dengan adanya sebuah lapangan golf cantik berhiaskan rumput super hijau dan segar serta dengan background tiga bukit dibelakangnya membuat kami rasanya seperti berada dialam lain!

Kamipun tak menyia-nyiakan pemandangan spektakuler ini untuk diabadikan di kamera kami.

Sepanjang perjalanan tidak henti-hentinya kami mengucapkan “Oh my God” — terasa sekali di hati kami masing-masing bagaimana cantiknya ciptaan Tuhan itu!

Setelah kurang lebih 5 jam jalan di pesisir pantai berakhirlah  kami disebuah kereta yang berlokasi tidak jauh dari sebuah kampung. Entah kenapa perjalanan 5 jam ini tidak membuat kami lelah – meskipun tenaga sudah dicurahkan untuk berjalan kaki, melawan angin, ngobrol sampe berbusa, serta ketawa-ketiwi bak orang gila yang baru keluar dari rumah sakit, tidak membuat kami kekurangan energy sedikitpun. Ini membuktikan bahwa kami adalah tua-tua keladi yang semakin tua semakin asyik!

Melihat waktu semakin sore dan langit sebentar lagi gelap, kamipun memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan segera mencari bus kembali ke stasiun Greystone.

Berbekal map di iPhone salah satu sahabat, Alhamdulilah, selama perjalanan kami gak nyasar :) . Inilah manfaatnya dari memiliki device yang canggih :) . Bahkan sahabatku itu sempat mengisi status di facebooknya meskipun saat itu kami berada di dunia antah berantah yang tak memungkinkan untuk menangkap sinyal.

Sesampainya di sebuah kampung, kami bertiga mencari pemberhentian bus, yang ternyata kami harus menunggu kurang lebih satu jam, terpaksa kamipun harus mencari tempat berteduh karena cuaca yang sangat dingin ditambah angin yang mendramatisir.

Tapi dasar orang Indonesia, pemandangan kanan-kiri nan elok membuat kami tidak menghiraukan dinginnya cuaca, dan kamipun sudah seperti wartawan kampungan yang ditonton warga lokal, jeprat-jepret kamera gak karuan!

1326374100343120597

Lapangan Golf-pun bisa menjadi sebuah inspirasi :) .

13263742871290258473

Sungai kecil yang terletak tidak jauh dari Kampung

Penantian bus satu jam ini kami manfaatkan untuk menikmati secangkir hot chocolate disebuah pub yang terletak tidak jauh dari bus stop. Dan akhirnya perjalananpun dilanjutkan kembali ke kota Dublin dengan berangkat dari stasiun kereta Greystone.

Perjalanan itu benar-benar memberikan makna tersendiri untuk kami bertiga, meskipun telah mengakibatkan salah satu sahabatku sakit akibat angin yang cukup kencang serta dingin yang membuat badan seperti es. Hingga aku menuliskan ini sahabatku terkasih itu masih sakit :( .

Anehnya, meskipun dia sakit dia tetap membuat rencana untuk membuat penjelajahan berikutnya! Bener-bener Indonesiana pemberani!

DBLN, 13.32-120112

 
Leave a comment

Posted by pada Januari 13, 2012 in Ireland

 

Italy I’m In Love

Perjalanan ke Italy ini adalah kunjungan pertamaku, jadi kebayang gimana excitednya aku. Mengunjungi negeri yang sangat terkenal dengan dunia super art-nya mungkin menjadi impian setiap orang. Bagaimana tidak, para master art seperti Da Vinci dan Micqueal (bener gak ngeja namanya? ^^) terlahir di negeri ini, dan yang lebih membuat aku excited adalah kami akan mengunjungi tempat dimana para master Art ini pertama kali menciptakan art spektakulernya mereka – seperti lukisan Monalisa yang sangat terkenal itu lho. Yuhuuuu, gak sabar lagi deh mau langsung meluncur kesana ^^.

Berangkat dari Dublin airport langsung ke Tuscany airpot. Penerbangan sekitar 3 jam. Dari airport Tuscany kami langsung menuju penyewaan mobil yang kantornya berada di airport. Semua arrangement seperti penyewaan mobil, hotel, dan tiket melalui online *untuk yang suka travel biasakanlah booking melalui online biar lebih efisien ^^.

Penyewaan mobil di Italy lumayan murah – kami menyewa untuk 5 hari tanpa supir (harus siap2 nav bagi yang suka nyasar ^^). Harga sewa sekitar 500 euro (6 juta) diluar bensin untuk 5 hari. Pengeluaran mungkin lebih dari 500 Euro kalau kita tidak menyewa mobil, dan yang terpenting bisa keliling Italy bebas!

Enaknya lagi hampir semua mobil yang disewakan di Italy diatas avarage kualitas mobil yang artinya mobilnya sangat luar biasa nyaman (beginilah orang Indo yang norak ^^). Mobil di lengakpi alarm, jadi kalau tidak memakai seatbelt alarm akan berbunyi sampai semua orang di mobil menggunakan seatbelt *duh kebayang deh kalau nih mobil ada di Indonesia – mungkin alarmnya di rusak biar lebih nyaman ^^.

Perjalanan dari Tuscany ke Tenuta Quadrifoglio sekitar 2 jam. Sesampainya di vila, tempat dimana kami akan menghabiskan liburan selama 2 hari. Takjub luar bisa dengan pemandangan disekitar vila kami menginap.

 

13251810051253954156
Vila nampak dari hasil jepretan di dalam mobil ^^
1325182018235416344
Pemandangan disekitar Tenuta
13251822221808855896
Mirip ya sama puncak Bogor. Tapi yang ini gak pake polusi, hehe.
1325182347175801729
Castle diarea Tenuta. Mampir bentaran aja kesini ^^.

 

Dua hari di Tenuta itu gak kerasa *jadi harus di tabok dulu sama hubby biar kerasa ^^. Selanjutnya kami meluncur ke Florence.

Florence ini adalah tempat dimana si master art Mr Da VinCi melahirkan karya2 hebatnya. Kebetulan hubby sudah membooking hotel dipusat kota Florence, hotel Pendini – lokasi yang pas banget untuk jalan-jalan. Setelahcheck in, kami langsung keliling kota di Florence.

Ternyata Florence ini…. ALAMAK, sangat, sangat, sangat luar biasa menakjubkan. Aku langsung in love begitu melihat bangunan tua Cathedral berdiri megah mengelilingi kota Florence, patung2 karya besar Micquael tegap menjulang — ah, Italy I’m really in love.

13251828871215912752
Disebutnya Duommo yang berarti Cathedral.
132518549064573228
Duomo 1
132518558681747424
Duomo 2
13251858201219879916
Pemandangan dari atas Duomo ^^.
1325183346222354048
Ini patung yang sangat terkenal itu (maksutnya saya baru mengenalnya saat itu ^^)

 

Seperti halnya di Tenuta, menginap di Florence yang hanya satu malam sangat, sangat tidak memuaskan. Tapi kami harus melanjutkan perjalanan ke Milan.

Milan oh Milan

Kira2 satu jam perjalanan dari Florence ke Milan di tempuh. Kami sempet nyasar walaupun sudah memakai nav *ini karena aku yang salah memberi petunjuk ^^.  Sempat tertipu oleh pria yang menawarkan parkir disamping hotel, sang pria meminta parkir 15 euro/malam, padahal ada free parkir untuk customer hotel! Nasi udah jadi bubur mau diapain lagi – ya wis dimakan wae ^^.

Malamnya kami dinner di Milan City. Lagi, berbekal map. Window shopping adalah hal yang menyenangkan buat kaum hawa, khususnya di kota Milan, salah satu city fashion in the world, tapi….. harganya alamajang! so forget it ^^.

 

1325184401965308721
Main course dinner yang sangat kecil dan tidak mengenyangkan ^^
13251844901382984305
Antara dirikuh dan Cathedral yang super megah ^^
13251845971973072678
Sepeda untuk publik: kapan kita punya seperti ini ya?
13251846931527046689
Museum The Last Supper Da VinCi

 

Museum The Last Supper adalah persinggahan kami terakhir di Milan setelah berkeliling Milan menikmati window shopping dan atmosphere Milan yang tidak hanya menyegarkan mata tapi juga jiwa *deuh segitunya ^^.

Lima hari di Italy sungguh tidak cukup, tapi kantong berbicara cukup! so kami harus pulang kembali Ke Dublin. Walaupun tidak cukup lima hari sangat berharga untuk kami, khususnya aku, dan tentunya kami akan kembali lagi suatu saat ke negeri penuh suka cita ini ^^.

DBLN, 18.57-291211

 

 
Leave a comment

Posted by pada Desember 31, 2011 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.