Kembali Dengan Semangat Baru

2009 November 8
oleh JengSri

Sahabat I’m Coming Dear tercinta,

Maaf kalau I’m Coming Dear sudah lama tidak up-date dan tidak berkunjung balik ke rumah sahabat. Di karenakan beberapa kesibukan study yang menyita dan juga memiliki ‘rumah lain’ jadi saya sempet keteter untung mengisi blog yang ini, tapi bukan berarti saya melupakan rumah yang ini :) .

Untuk SunFlow dan Yauma khususnya, terimakasih sudah mengingatkan kembali untuk up-to-date rumah saya, dan juga mas Buwel yang sudah entah kemana menghilang beliau :( .

Masih banyak beberapa perjalanan travel saya di Indonesia yang belum saya posting disini. Saya sedang berusaha mengingat-ingat kembali masa perjalanan itu, karena sudah cukup lumayan lama saat saya melakukan travel di Indonesia. Kemungkinan saya akan loncat saja ke cerita perjalanan saya di Malaysia dan negara2 Asia lainnya.

Sampai jumpa di kisah travel saya selanjutnya ;) .

DBLN, 19.18-081109

Guci Di Kaki Gunung Slamet

2009 Mei 12
oleh JengSri

Picture 031Penasaran yang dalam membuatku semakin tidak sabar lagi untuk melihat ‘kecantikan’ alam yang dimiliki oleh Guci. Ternyata mobil losbak terbuka yang kutumpangi tidak menghantarku sampai ke Guci, dari pasar lokal aku masih harus menyambung perjalanan. Sore itu waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Kabut dan udara dingin dari kaki gunung Slamet membuatku sedikit menggigil. Jaket yang tidak begitu tebal yang aku pakai tidak mampu menahan dingin yang menyerang tubuhku.

Pada sebuah persimpangan aku diturunkan oleh sang supir. Kulihat tidak ada satupun manusia disana dan beberapa kendaraan pun tidak terlihat, hanya satu dua saja. Setelah gelap hampir menghampiri barulah aku mendapatkan tumpangan mobil.

Gelap sudah merambat meninggalkan mentari sore. Tak bisa kulihat lagi pemandangan disekitarku karna kegelapanPicture 029 yang menyelimuti dan hanya diterangi oleh lampu dari mobil. Yang aku rasakan mobil yang kutumpangi menuju sebuah perbukitan seperti puncak.

Pukul 8 malam sampailah aku pada sebuah vila kecil. Tak banyak cahaya lampu yang menyinari daerah sekitar tersebut. Hanya sang supir mengatakan bahwa vila ini berada tepat dibawah kaki gunung Slamet. Aku bisa merasakan hawa dingin yang semakin menusuk-nusuk tulangku. Setelah membayar ongkos pada sang supir akupun beranjak menuju ke vila tersebut.

Keadaan yang begitu sepi ditambah dengan temaram cahaya yang tidak begitu terang membuatku langkahku sedikit tertatih2. Kulihat seorang pria seumuranku menyapaku. “Malam mbak, Mau nginap ya mbak”? katanya dengan keramahan khas seorang jawa.

Setelah mengurus keperluan untuk check-in akupun dihantar ke kamarku. Ternyata kamar tersebut sangat nyaman, dan menurut supir yang menghantarku vila tersebut adalah vila yang terbaik di daerah kawasan Guci. Untuk ukuran harga Jakarta mungkin akan lebih mahal untuk vila seperti itu. Beruntunglah aku hanya mendapatkan harga yang setidaknya masih bisa kujangkau.

Picture 034Kepenatanku seharian dalam perjalanan sudah tidak bisa kubendung lagi untuk merebahkan tubuhku ke kasur empuk dengan bantal yang super lembuh di lapisi sarung dan sprei yang serba putih. Kenyamanan kamar membuatku jatuh tertidur nyenyak denganĀ  mimpi indah…

Suara kokok ayam dari perkampungan diĀ  sekitar vila tersebut membangunkan aku pada pukul 6 pagi. Walau dingin menggigul kusambut pagi itu dengan semangat dan planning yang sudah tertulis dalam agendaku.

Begitu kukeluar dari vila kamar….

Ya Tuhan!!! Pemandangan super,super,super,super luar biasa indah telah terpampang didepanku! Aku hampir tidak bisa bergerak saking kagetnya melihat pemandangan didepanku. Kolam renang yang lumayan besar tepat berada didepanku dengan air hangat yang langsung mengalir dari kaki Gunung Slamet. Kabut masih sedikit menyelimuti pagi itu, namun setelah lamat laut matahari mulai menunjukkan sinarnya dan menambah kecantikan alam sekitar Guci yang terletak diKaki Gunung Slamet itu.

Dengan semangat dan penasaran akupun mulai merambah ke pedesaan di daerah Guci. Ada beberapa pemandian yang air panasnya langsung mengalir dari Gunung Slamet. Aku sendiri lebih tertarik untuk mandi di pemandian yang tradisional dengan penduduk sekitar, disamping air yang alami sekali struktur bangunan pemandiannya membuatku seperti seorang bidadari yang sedang mandi di telaga. Ah, nikmatnya…..

Setelah hampir 3 jam-an berkeliling desa dibawah kaki gunung Slamet akupun kembali ke Vila dan mempersiapkan diri untuk mencari makanan nikmat ala Guci.

Ah, aku rindu. Aku mau kembali kesana. Suatu hari aku akan kembali. Ya ,suatu hari.

DBLN, 20.57-120509